Oct
29
2006
Ramadhan pun telah berlalu. Sedih mengingat masih ada hari-hari di Ramadhan yang tersia-siakan tanpa ibadah. Apa arti kemenangan?
Menurut saya kemenangan tercermin dalam 11 bulan lain di luar Ramadhan. Apakah kita masih bisa beribadah seperti di Ramadhan? Ketika Ramadhan, kita sanggup khatam Quran 1-2 kali. Bisakah kita melakukan hal yang sama di luar Ramadhan?
Ketika Ramadhan, kita sanggup untuk bangun malam dan mendirikan sholat di sepertiga malam? Sanggupkah kita menjalankannya setiap hari di luar Ramadhan?
Di sinilah letak kemenangan itu menurut saya. Kemenangan tidak dilihat pada hari-H Idul Fitri, tapi saya lebih melihat kemenangan itu bagaimana kita bisa mengaplikasikan keseharian dalam Ramadhan di hari-hari luar Ramadhan.
Jadi untuk melihat kemenangan itu, selalu muhasabah apakah hari-hari kita selanjutnya sama dengan hari-hari kita di Ramadhan….
SELAMAT IDUL FITRI 1427 H
Taqabalallahu Minna Wa Minkum
Mohon Maaf Lahir dan Batin
Semoga Allah menerima ibadah dan amal kita di bulan Ramadhan.
Oct
11
2006
Ya, aku tahu aku sedang lelah
tapi tanggung jawab masih membentang
amanah masih terhutang
Jika aku istirahat sekarang
maka amanah itu akan menjadi beban
seperti hutang yang terpikul
Aku tahu aku sedang lelah
tapi hati adalah semesta luas
di mana cahaya-Nya selalu memancar
bila hati bersih dan lembut
maka sebelum menundukkan jasad dengan hati
ia harus selalu dalam keadaan bersih
tiap saat
Aku tahu aku sedang lelah
tapi aku harus terus bergerak
karena ada satu mimpi yang akan kuraih
sebelum mimpi-mimpi lain yang akan datang sesudahnya
Jadi, mana bisa aku berhenti sekarang?
Buat apa harus istirahat sekarang?
Hanya Ia yang bisa menghentikanku…
Oct
09
2006
Di dunia, manusia ingin hidup dengan nyaman, bagaimanapun caranya. Terkadang, dibeberapa tempat, kenyamanan itu mahal harganya. Ada pula yang menganggap bahwa kenyamanan sebetulnya murah, tanpa biaya. Yang jelas, bagi tiap kenyamanan, ada usaha-usaha tertentu dari manusia untuk memperolehnya.
Arti kenyamanan pun bisa berbeda-beda. Tapi menurut saya inti dari kenyamanan adalah keridhoan menerima suatu keadaan. Jika kita bisa menerima suatu keadaan, bisa dibilang kita merasa nyaman dengan keadaan itu. Bila ada situasi yang tidak menyenangkan atau tidak bisa diterima oleh suatu individu, bisa jadi akan menganggu kenyamanan seseorang.
Seperti yang saya tulis di atas, kenyamanan bisa diperoleh dengan mahal atau tanpa biaya sama sekali. Bagi yang mengeluarkan biaya untuk suatu kenyamanan jelas dia berpendapat bahwa kenyamanan adalah sesuatu yang harus dibeli. Maka dengan uangnya itu, maka ia berhak atas segala kenyamanan. Misalkan seseorang yang menginap di suatu hotel. Untuk mendapatkan first class services, ia harus mengeluarkan lebih banyak uang daripada yang second class atau third class services. Jika ia membayar untuk pelayanan kelas satu tapi hanya memperoleh pelayanan kelas dua atau tiga, jelas ia akan complain. Itu bagi mereka yang memiliki uang untuk membeli suatu kenyamanan.
Lalu bagaimana dengan orang yang tidak punya uang yang cukup untuk membeli kenyamanan? Di sinilah letak kenyamanan yang sesungguhnya. Menurut saya, kenyamanan hanya ada dipersepsi kita. Ketika kita berada dalam situasi yang sesungguhnya tidak nyaman bagi kita, maka kita dapat merubah persepsi kita agar kita nyaman dalam situasi tersebut. Apabila kita terus menerus dalam posisi tidak merasa nyaman, besar kemungkinannya akan menurunkan produktifitas kita dalam menjalankan amanah.
Lalu bagaimana agar kita memperoleh kenyamanan yang "murah" dan "meriah" ini? Menurut saya ada dua hal yang memperngaruhi kenyamanan kita. Pertama adalah berpikir positif. Selalu berpikir positif tentang apa yang kita alami, insya Allah akan membuat kita nyaman dengan sendirinya. Tidak perlu memperburuk keadaan dengan memikirkan hal-hal yang negatif yang sesungguhnya tidak perlu. Yang kedua adalah selalu bersyukur kepada Allah SWT. Bersyukur bahwa kita tidak diberikan situasi yang lebih buruk lagi.
Wallahu’alam bishowab
Oct
09
2006
Assalamu’alaikum wr wb
Ada fenomena unik terkait rezeki yang menjadi pengalaman pribadi. Saya memahami bahwa Allah telah menyediakan rezeki bagi setiap makhluknya. Allah Maha Pemurah. Bahkan Dia menjamin rezeki binatang melata yang hidup di bumi. Jika Allah sudah menjamin rezeki binatang melata, logikanya, rezeki manusia pun dijamin oleh Allah SWT.
Beberapa pengalaman telah mengajarkan bahwa seharusnya manusia bisa berpikir positif mengenai rezeki ini. Memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Tapi ketika saya tersadar bahwa persediaan uang saya sudah tipis, pada saat dibutuhkan, uang itu datang. Bukan hanya dalam bentuk uang, tapi seiring dengan menipisnya keuangan, kebutuhan saya pun semakin berkurang.
Allah tidak menghendaki kesulitan bagi hambaNya kecuali hamba itu sendiri yang menghendaki kesulitan atas dirinya. Ketika mendengar sebuah tausiyah dari seorang ustad, bahwa sebenarnya kesulitan-kesulitan yang dialami manusia sesungguhnya karena manusia tidak datang kepada Allah. Jika manusia menghampiri Allah, Insya Allah, Allah akan memudahkan segala urusan manusia. Karena Allah Maha Pemurah…
Wassalamu’alaikum wr wb
Oct
05
2006
Assalamu’alaikum wr wb
Sungguh memprihatinkan keadaan di tanah Palestina. Dua bersaudara harus menumpahkan darah karena perbedaan pendapat. Yang satu ingin hidup damai di bawah ketiak penjajah, sedangkan yang lain ingin hidup damai dalam keadaan sepenuhnya merdeka. Memang keduanya ingin hidup damai. Perbedaannya hanya pada kehormatan yang mereka miliki. Jika yang pertama damai dalam keadaan terjajah dan hina, yang kedua ingin kedamaian dalam keadaan mulia dan merdeka.
Ya, mereka adalah Fatah dan Hamas. Hamas yang telah memenangkan hati rakyat ketika pemilu yang sangat demokratis benar-benar menyuarakan aspirasi rakyat untuk merdeka sepenuhnya. Hamas menolak mengakui negara Israel yang diperoleh dengan membantai dan mengusir penduduk Palestina. Begitu memenangkan Pemilu secara DEMOKRATIS, Hamas langsung ditolak oleh Zionis dan sekutunya, antara lain AS, negara yang menjadi pengusung demokrasi. Alasan utamanya adalah karena Hamas masuk daftar hitam teroris menurut AS.
Sedangkan Fatah, partai yang telah lama berkuasa selama ini, menginginkan perdamaian dengan syarat mengakui negara Zionis Israel. Mereka menerima syarat itu. Fatah sendiri pun telah dicap sebagai partai korup di Palestina. Saat ini Fatah sudah seperti kepanjangan tangan dari Israel dan AS di Palestina. Ketika terjadi pembantaian terbuka dan brutal di Jalur Gaza oleh ISrael, Presiden Mahmoud Abas malah "bercengkrama" dan "berpelukan" dengan PM Israel Ehud Olmert. Seakan-akan tidak terjadi apa-apa.
Saat ini Hamas benar sedang ditekan dari dalam dan luar negeri. Dari dalam negeri, isu gaji yang belum terbayarkan menjadi senjata Fatah untuk mencoba menggoyahkan kedudukan Hamas. Dari luar negeri, Israel terus-menerus mengadakan aksi militer yang brutal dan AS beserta Uni Eropa menghentikan bantuan keuangan mereka untuk Palestina.
Sementara itu, negara-negara Arab pun terpecah suaranya. Ada yang mendukung tindakan Zionis Israel dan ada pula yang menentangnya. Sayangnya, para penentang Zionis tidak dapat berbuat banyak. Mereka mendapat tekanan dari AS dari berbagai bidang, antara lain ekonomi.
Sebagai catatan sejarah Indonesia, ketika Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya, Mesir adalah negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia dan seorang mufti Mesir keturunan Palestina-lah yang terus meloby pemerintah Mesir untuk segera mengakui kemerdekaan Indonesia. Seharusnya ini menjadi catatan kita bahwa kita berhutang budi kepada bangsa Palestina. Semoga kita adalah bangsa yang tahu membalas budi dengan mendukung kemerdekaan sepenuhnya negara Palestina dan tidak mengakui penjajahan Israel atas Palestina…
Wassalamu’alaikum wr wb
Oct
04
2006
Assalamu’alaikum wr wb
Semakin hari, Ramadhan semakin dekat kepulangannya. Yang memiliki target-target, semakin mengejar target-target tersebut. Para ibu sudah ancang-ancang untuk berbelanja berbanding lurus dengan persiapan para pengusaha retail untuk memikat para konsumen dengan diskon-diskon dan koleksi terbaru.
Sementara itu, persiapan mudik pun sudah dilakukan. Bagi yang ingin menggunakan jasa kereta api, tiket pun sudah terbeli. Yang menggunakan kendaraan pribadi mulai mempersiapkan kondisi kendaraanya agar siap menempuh jarak jauh. Tabungan siap dikorbankan untuk memberi sedikit oleh-oleh untuk keluarga di kampung dan oleh-oleh untuk dibawa kembali ke rumah untuk para tetangga, teman kantor, dan lain-lain.
Bagi yang berorientasi ibadah, sudah mempersiapkan di mana akan melaksanakan i’tikaf, minimal sudah setengah khatam bagi yang ingin satu kali khatam atau sudah satu kali khatam Quran bagi yang ingin dua kali khatam dalam satu bulan. Qiyamul Lail semakin intensif. Daftar masjid dan penceramah pengisi i’tikaf sudah diiklankan di media-media. Kita tinggal datang dan mendengarkan taujih dari ustad-ustad. Malam Lailatul Qadr menjadi target utama, keutamaan satu malam yang melebihi keutamaan seribu bulan.
Nah, di manakah posisi kita? Apakah Ramadhan adalah bulan belanja, bulan mudik, bulan silaturahmi, atau bulan ibadah? Seperti yang saya pernah bilang, bahwa hidup adalah pilihan. Kita bisa secara sadar memilih bagaimana memperlakukan bulan Ramadhan. Dan biasanya, pilihan itu akan terlihat bagaimana perilaku kita di bulan-bulan lain, sampai Ramadhan berikutnya. Semoga kita bisa memilih yang terbaik dari segala pilihan di atas…
Wassalamu’alaikum wr wb
Oct
03
2006
Dulu…
Kau telah dilayangkan angin
hilang tanpa bekas…lenyap
seperti debu yang tersapu
Sekarang…
Kau hadir kembali
meskipun tak setiap detik
berwujud bayangan
Nyata, tapi tak tersentuh
Oct
01
2006
Sudah berapa Ramadhan yang telah kita lalui?
Adakah kita pernah menyadari tentang Ramadhan yang terindah yang pernah kita jalani?
Ramadhan yang terisi dengan kegiatan-kegiatan ruhani yang bermutu…
Alunan tilawah Kitabullah mengalir deras setiap saat
Minimal satu juz diselesaikan di satu hari
Bertambahnya kekhusyukkan sholat-sholat wajib
Dan sholat-sholat sunnah yang dikerjakan
Waktu berkhalwat dengan-Nya di sepertiga akhir malam
Mengajukan taubat dari setiap dosa
dan memohon ampunan kepada-Nya.
Dan tangan yang terogoh ke kantung
untuk sekedar zakat, infak, dan shodaqoh
membantu saudara-saudara yang berkesulitan
lebih banyak dari hari-hari biasa
di bulan-bulan biasa.
Karena Ramadhan adalah istimewa
Teristimewa di tahun-tahun kehidupan manusia
Satu malam yang lebih baik daripada seribu bulan
Lalu di manakah jiwaku
di Ramadhan ini?
Sep
25
2006
Assalamu’alaikum wr wb
Harapan sudah di depan mata, dan keyakinan akan memperolehnya sudah membulat, maka tunggu apa lagi? Hanya dengan usaha, harapan itu dapat menjadi kenyataan dan dapat tergenggam oleh diri. Tak peduli sebesar apa usaha itu, perencanaan dan mengambil tindakan sangatlah penting.
Keinginan telah mengental dalam jiwa dan yakin bahwa keinginan itu adalah ingin menggapai ridho-Nya, maka apa lagi yang ditunggu? Setan pun menggoda agar aku terjauh dari ridho dan rahmat-Nya. Pilihan pun sudah terhampar di hadapan. Eksplorasi seharusnya tidak memakan waktu lama. Hanya pertimbangan-pertimbangan yang harus segera diselesaikan.
Ya Allah, hamba-Mu ini menginginkan petunjuk-Mu. Mudahkanlah hamba menuju-Mu. Luruskanlah jalan hamba. Tak ada yang memberi petunjuk selain dari diri-Mu.
Wassalamu’alaikum wr wb
Sep
24
2006
Assalamu’alaikum wr wb
Terjebak di suatu tempat di mana seharusnya saya tidak berada pada waktu itu. Banyak amanah yang harus diselesaikan dan, sungguh, tempat ini sedang tidak nyaman. Di tengah kebisingan dan hiruk pikuk. Sementara orang-orang sedang menikmati hidangan berbuka di rumah masing-masing.
Ada satu impianku yang menjadi alasanku masih di sini. Satu impian yang juga menjadi impian semua para kader dakwah yang tertarbiyah dengan baik, yang menyadari pentingnya satu elemen.
Dan sholat-sholat malam yang aku arungi memanjatkan doa agar impian itu menjadi kenyataan, di samping aku berusaha semampuku. Dan ketika kala itu tiba, insya Allah, aku hanya mengharapkan ridho dan barokah-Nya.
Wassalamu’alaikum wr wb